Minggu, 27 Maret 2016

Apakah Suhu Tinggi Menyebabkan Perilaku Agresif?

Topik     : Suhu Tinggi 
Masalah : Apakah suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif?

Hipotesis 
Hipotesis ilmiah 
Hipotesis umum : Tempat dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perilaku menjadi lebih agresif.
Hipotesis eksplisit : Subjek yang berada di tempat dengan suhu tinggi akan lebih agresif daripada subjek yang berada ditempat dengan suhu rendah. 

Hipotesis statistik 
Ha : Subjek yang berada ditempat dengan suhu tinggi akan memiliki perilaku agresif yang lebih tinggi daripada subjek yang berada ditempat dengan suhu rendah.
Ho : Subjek yang berada ditempat dengan suhu tinggi akan memiliki perilaku agresif yang tidak berbeda daripada subjek yang berada ditempat dengan suhu rendah.

Variabel 
Variabel bebas : Suhu Lingkungan Tinggi 
- Variasi : Ada-Tidak ada, yaitu subjek ditempatkan pada mobil transjakarta yang memiliki AC tidak begitu dingin dengan penumpang yang penuh dan ditempatkan pada mobil transjakarta yang berAC dengan penumpang yang sedikit.
- Manipulasi : Manipulasi kejadian, dengan cara kedua kelompok diminta untuk berjalan pada siang hari dengan jarak sekitar 500m untuk menuju koridor transjakarta untuk membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi. Kemudian, kedua kelompok tersebut masuk kedalam transjakarta yang penumpangnya penuh dan penumpangnya sedikit.

Variabel Terikat : Perilaku Agresif 
- Jenis pengukuran : Perilaku yang tampak 
- Cara pengukuran : Jawaban pasti, yaitu melalui skala Guttman akan diperoleh jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”. Pernyataan dalam instrumen berupa pernyataan positif dan pernyataan negatif. Untuk setiap pernyataan positif diberi skor 1 untuk yang menjawab “ya” dan 0 untuk yang menjawab “tidak”. Sedangkan setiap pernyataan negatif diberikan skor 0 untuk yang menjawab “ya” dan skor 1 untuk yang menjawa “tidak”.
Variabel sekunder
- Jenis kelamin (dikontrol dengan teknik blocking, yaitu jumlah laki-laki dan perempuan pada setiap kelompok sama banyak).
- Tingkat pendidikan (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu memilih subjek dengan tingkat pendidikan yang sama).
- Usia (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu memilih subjek dengan usia yang sama)
- Stimulus (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu stimulus yang diberikan sama) 
- Status sosial ekonomi (dikontrol dengan teknik randomisasi, yaitu secara acak memasukkan subjek kedalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen)
- Waktu dan jarak (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu waktu dan jarak yang ditempuh subjek sama)
- Kegiatan relaksasi lain (dikontrol dengan teknik konstansi, yaitu semua subjek tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan relaksasi lain selama penelitian) 

Tipe dan desain penelitian 
Tipe penelitian : Controlled laboratory experiment 
Desain penelitian : Desain 2 kelompok (desain antar-kelompok) 

Perencanaan penelitian 
Subjek : Karyawan dan karyawati yang bekerja di salah satu perusahaan. Jumlah subjek yang dibutuhkan hanya 8 orang, dengan masing-masing 4 orang (laki-laki dan perempuan) di tiap kelompoknya.
Peralatan : Skala Guttman memakai kuisioner, transjakarta, dan orang yang memberikan stimulus negatif (bukan KE atau KK).
Prosedur  :
• Delapan subjek diperoleh dari hasil pengundian dari salah satu perusahaan.
• Kemudian untuk memilih kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan cara mengambil kertas yang masing-masing sudah bertuliskan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
• Setelah itu, subjek diminta berjalan pada siang hari sejauh 500m menuju koridor transjakarta untuk menaikkan suhu pada tubuh.
• Pada kelompok eksperimen, subjek diminta untuk masuk ke dalam transjakarta yang penumpangnya penuh dan memiliki AC yang tidak dingin. Sedangkan pada kelompok kontrol, subjek diminta untuk masuk kedalam transjakarta yang penumpangnya sedikit dan AC terasa dingin. 
• Kemudian tidak lama setelah itu, subjek diberikan stimulus negatif oleh orang lain (bukan bagian KE atau KK). Stimulus yang diberikan berupa ada seseorang yang menginjak atau mendorong subjek tersebut secara sengaja untuk memihat apakah perilaku agresi tersebut akan muncul pada suhu tinggi.
• Setelah turun dari transjakarta dan beristirahat sebentar, subjek diberikan kuisioner untuk melihat perilaku agresi yg muncul pada kelompok eksperimen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar