Sabtu, 18 Juni 2016

Psikoterapi Pengantar Aliran Humanistik

A.Pengantar Aliran Humanistik

1.Definisi Humanistik
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. 
Permasalahan ini dirangkum dalam lima postulat psikologi Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut: 
a.Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen
b.Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya
c.Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain 
d.Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab
e.Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas
Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegaard, Nietzsche, Heidegger, dan Sartre. 
Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati, dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu, walaupun dalam penelitian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagaian-bagian jiwa manusia, namun dalam penyimplannya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. Selain itu manusia juga harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, pengembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan individunya dan dari sudut kemanusiaannya itu sendiri. Karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang tidak dimasuki oleh aliran psikoanalisa dan behavior seperti cinta, kreativitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna, kebencin, agresivitas, kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya. Pandangan ini disebut pandangan humanistik. 
Humanistik menjelaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri (self-realization). Humanisme menentang pesimisme dan keputusan pandangan pskoanalisa dan konsep kehidupan “robot” pandangan behaviorisme. Humanistik yakin bahwa manusia memiliki di dalam dirinya potensi untuk berkembang sehat serta kreatif, dan jika orang mau menerima tanggung jawab untuk hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah dan tekanan sosial lainnya.

2.Konsep-Konsep Utama
Psikologi eksistensial humanistik berfokus pad kondisi manusia. Pendekatan ini terutama adalah suatu sikao yang menekankan pada pemahaman atas manusia alih-alih suatu sistem teknik-tekni yang digunakan untuk mempengaruhi klien. Oleh karena itu, pendekatan eksistensial humanistik bukan suatu aliran tepai, bukan pula suatu teori tunggal yang sistematik. Pendekatan terapi eksisensial juga bukan suatu pendekatan terapi tunggal, melainkan suatu pendekatan yang mencakup terapi-terapi yang berlainan yang kesemuanya berlandaskan konsep konsep dan asumsi-asumsi tentang manusia. 
a.Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu. Kesanggupan untuk memilih alternative – alternatif yakni memutuskan secara bebas di dalam kerangka pembatasnya adalah suatu aspek yang esensial pada manusia.
b.Kebebasan, tanggung jawab, dan kecemasan 
Kesadaran atas kebebasan dan tanggung jawab dapat menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati. Kesadaran atas kematian memiliki arti penting bagi kehidupan individu sekarang, sebab kesadaran tersebut menghadapkan individu pada kenyataan bahwa dia memiliki waktu yang terbatas untuk mengaktualkan potensi – potensinya.
c.Penciptaan Makna
Manusia itu unik, dalam artian bahwa dia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan. Pada hakikatnya manusia memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan sesamanya dalam suatu cara yang bermakna, sebab manusia adalah makhluk rasional. Kegagalan dalam menciptakan hubungan yang bermakna dapat menimbulkan kondisi-kondisi keterasingan dan kesepian. Manusia juga berusaha untuk mengaktualkan diri yakni mengungkapkan potensi – potensi manusiawinya sampai taraf tertentu.

3.Fungsi dan Peran Terapis
Tugas utama terapis adalah berusaha memahami klien sebagai ada dalam-dunia. Teknik yang digunakan mengikuti alih-alih mendahului pemahaman. Karena menekankan pada pengalaman klien sekarang, para terapis eksistensial menunjukkan keluwesan dalam menggunakan metode-metode, dan prosedur yang dgunakan oleh mereka bisa bervariasi tidak hanya dari klien yang satu kepada klien yang lainnya, tetapi juga dari satu fase ke fase terapi yang dijalani oleh klien yang sama. 
Buhler dan Allen (1972) sepakat bahwa psikoterapi difokuskan pada pendekatan terhadap hubungan manusia alih-alih sistem teknik. Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikolog humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut:
a.Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
b.Menyadari peran dan tanggung jawab terapis
c.Mengakui sifat timbal balik dari hubungan teurapetik 
d.Berorientasi pada pertumbuhan 
e.Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebaga suatu pribadi yang menyeluruh 
f.Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien
g.Bekerja ke arah mengurangi kebergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien 
h.Mengakui kebebasan klien untuk mengungkap pandangan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri. 

B.Contoh Kasus dan Penyelesaian

Anton (38 tahun) sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Anton adalah seorang karyawan swasta di perusahaan ternama di jakarta. Dia memiliki jabatan yang lumayan tinggi diperusahaannya karna dia itu tipe orang yang pekerja keras dan terus mau belajar. Dia mempunyai prinsip jika dia kerja keras dia akan dapat penghasilan yang banyak dan bisa membahagiakan keluarganya. Dia selalu menghabiskan waktunya di kantor untuk bekerja dan jarang sekali waktu untuk keluarganya. Karena kesibukannya Anton jarang ada waktu untuk keluarganya, padahal istri dan anak anaknya kurang setuju dia bekerja sekeras itu dan pernah mengungkapkan bahwa mereka tidak bahagia walaupun punya banyak uang. Yang keluarganya inginkan adalah Anton dapat meluangkan waktu buat keluarga menghabiskan waktu dengan keluarga. Pada suatu ketika Anton mendapat projek yang besar di kantornya. Jika dia bisa sukes di projeknya tersebut dia mendapatkan jaminan untuk naik jabatan. Namun pada hari pertama menjalankan projeknya tersebut dia jatuh sakit, karna projeknya tetap harus berjalan posisi Anton akhirnya digantikan oleh teman sekantornya. Karena dia kehilangan kesempatan untuk naik jabatan tersebut dia menjadi down sering diam merenung dan stres. Istrinya yang tidak tega akhirnya membawa suaminya ke psikolog untuk menemukan cara penyelesaian masalahnya.

Penanganan :
Tujuan dari konseling dalam pendekatan logoterapi ini diantaranya ialah mengajarkan bahwa setiap kehidupan individu mempunyai maksud, tujuan, makna yang harus diupayakan untuk ditemukan dan dipenuhi. Hidup kita tidak lagi kosong jika kita menemukan suatu sebab dan sesuatu yang dapat mendedikasikan eksistensi kita. Namun kalaulah hidup diisi dengan penderitaaan pun, itu adalah kehidupan yang bermakna, karena keberanian menanggung tragedi yang tak tertanggungkan merupakan pencapaian atau prestasi dan kemenangan.
Konselor menggunakan logoterapi untuk memberi pemahaman kepada konselee bahwa dengan musibah yang dia alami pasti terdapat sebuah maksud dan tujuan. Karena konselee sakit dia menjadi sering di rumah dan membuat istri dan anak-anaknya senang karena sang ayah bisa menghabiskan waktu di rumah. Hal itu juga membuat anton kaget karena belum pernah dia melihat keluarganya sebahagia itu hanya dengan dia di rumah. Konselor mejelaskan hal tersebut agar Anton bisa memaknai musibah yang dia terima. Dari kasus yang dialami, Anton sadar kalau ternyata memang harta itu tidak bisa membeli kebahagiaan, ternyata keluarga memang nomer 1 yang paling terpenting. Dan dari kasus inilah Anton belajar untuk membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarganya.

Daftar Pustaka

Corey, G. (2007). Teori dan peraktek konseling & psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama